‎YKKMP Gelar Pelatihan HAM bagi Pemuda Gereja di Jayawijaya

Direktur Eksekutif YKKMP Theo Hesegem saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan tersebut yang berlangsung di Gedung Gereja Kingmi Hom-Hom, Wamena, Jumat (23/10/2026).

WAMENA, SBP NEWS – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menggelar pelatihan hak asasi manusia (HAM) bagi pemuda gereja di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (23/10/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja Kingmi Hom-Hom, Wamena, tersebut mengusung tema “Untuk Keadilan dan Keutuhan Ciptaan Tuhan”, dengan sub tema “Memperkuat Peran Pemuda Gereja dalam Perjuangan HAM, Keadilan dan Kemanusiaan di Tanah Papua”.

‎Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pemuda gereja mengenai hak-hak masyarakat dan jemaat, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada umat Tuhan dan masyarakat luas.

‎Menurut Theo, pemuda gereja memiliki peran penting dalam menyampaikan pemahaman tentang hak asasi manusia, keadilan, serta penghormatan terhadap hak hidup setiap orang, terutama di tengah situasi Papua yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.

‎Ia berharap pemuda gereja tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam tindakan nyata untuk membantu masyarakat yang mengalami pelanggaran HAM.

‎“Pelatihan ini menjadi penting bagi pemuda gereja, bagaimana mereka bisa menerjemahkan pengetahuan yang diterima hari ini dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain dengan benar,” jelas Theo.

‎Ia menegaskan, pemahaman mengenai HAM harus dibangun berdasarkan pengetahuan yang benar, bukan sekadar informasi atau cerita yang diterima dari orang lain tanpa pemahaman yang memadai.

‎Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali materi mengenai hak-hak tersangka, termasuk hak seseorang ketika ditangkap, ditahan, dan menjalani proses hukum. 

"Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu pemuda gereja memahami hak-hak masyarakat serta mendorong penghormatan terhadap hak setiap orang dalam proses penegakan hukum,"tuturnya.‎

‎Theo mengatakan, keterlibatan pemuda gereja dalam pelatihan ini merupakan langkah penting untuk memperluas pemahaman HAM di lingkungan gereja. 

"Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menyampaikan informasi yang benar kepada jemaat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami ketidakadilan,"harapnya.

‎Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini turut melibatkan berbagai organisasi gereja, organisasi lainnya, serta kelompok masyarakat yang ada di Jayawijaya.

Selain itu ‎YKKMP memperkirakan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tersebut mencapai sekitar 100 orang, dengan melibatkan pemuda dari berbagai denominasi gereja.

‎Theo berharap, melalui kegiatan ini, pemahaman mengenai HAM tidak hanya berhenti pada peserta pelatihan, tetapi juga menjangkau jemaat, anak-anak Sekolah Minggu, serta para hamba Tuhan yang masih membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai hak asasi manusia.

‎"Kami juga berharap para pemuda gereja dapat menjadi bagian dari upaya memperjuangkan keadilan, melindungi hak-hak masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di Tanah Papua,"tutupnya.(*)

Komentar