Ronny Elopere: Mahasiswa Harus Bersatu, Jangan Biarkan Orang Papua Saling Membunuh


‎Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Konfercab APMTPI Jayawijaya, di Aula Bethesda Wamena, Jumat (30/10/2026).

WAMENA, SBP NEWS - Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengajak mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia (APMTPI) untuk bersatu, menjaga keamanan, serta mengambil peran aktif dalam menciptakan perdamaian di Kabupaten Jayawijaya, khususnya di Kota Wamena.
‎
‎Ajakan tersebut disampaikan Ronny Elopere saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Konfercab APMTPI, di Aula Bethesda Wamena, Jumat (30/10/2026). 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan ujung tombak pembangunan sekaligus generasi penerus yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan daerah.
‎
‎Menurut Ronny, situasi keamanan yang kondusif menjadi faktor utama agar seluruh program pemerintah dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.
‎
‎"Kalau Wamena dan Pegunungan Papua aman, maka semua program pemerintah bisa berjalan. Tetapi kalau perang terus terjadi, masyarakat yang akan menjadi korban dan seluruh aktivitas pembangunan bisa lumpuh," tegasnya.
‎
‎Ia mengingatkan bahwa konflik yang terus berulang hanya akan mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, termasuk masyarakat Papua sendiri. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda dan mahasiswa, agar tidak lagi terjebak dalam pertikaian yang merugikan masa depan daerah.
‎
‎Ronny juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda dalam memberikan kontribusi pemikiran kepada pemerintah.
‎
‎Ia mendorong APMTPI agar menjadi wadah yang produktif untuk melahirkan kajian-kajian strategis terkait persoalan sosial, keamanan, adat, dan pembangunan daerah. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada pemerintah maupun lembaga adat sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan.
‎
‎"Saya berharap anak-anak mahasiswa terus bersatu dan membantu pemerintah. APMTPI ini merupakan wadah berkumpulnya intelektual muda. Karena itu, harus ada kajian-kajian yang bisa diberikan kepada pemerintah dan lembaga adat," ujarnya.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Ronny juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang kembali mengaktifkan kegiatan organisasi APMTPI Jayawijaya setelah sempat mengalami kevakuman.
‎
‎Menurutnya, kegiatan positif yang dilakukan mahasiswa perlu terus dikembangkan agar terbangun hubungan kerja sama yang baik antara organisasi mahasiswa dan pemerintah daerah.
‎
‎Ia juga mengajak mahasiswa meninggalkan perbedaan dan pertentangan politik yang terjadi pada masa lalu. Saat ini, menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus mengutamakan persatuan demi kemajuan Wamena dan Jayawijaya.
‎
‎Selain persoalan perang antarkelompok, Ronny turut menyoroti sejumlah persoalan sosial yang dinilai dapat merusak kehidupan masyarakat, seperti kebiasaan mengonsumsi minuman keras, tindakan kriminal, begal, serta kekerasan antarkelompok.
‎
‎Ia meminta mahasiswa dan generasi muda ikut memberikan pemahaman kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan orang lain.
‎
‎Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi minuman keras sering menjadi pemicu berbagai tindakan kejahatan sehingga perlu mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
‎
‎"Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian atau pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Terutama anak-anak muda, harus ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat agar persoalan seperti ini tidak terus terjadi," katanya.
‎
‎Ronny juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan persoalan antarsuku dan antarkeluarga melalui komunikasi serta pendekatan adat, bukan dengan kekerasan.
‎
‎Lebih lanjut, Ronny mengingatkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat Papua. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi kelompok yang menyampaikan aspirasi, tetapi juga tampil sebagai pelopor perdamaian dan pembangunan.
‎
‎Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
‎
‎"Kalau keamanan belum terjamin, semua aktivitas masyarakat akan lumpuh. Karena itu, saya minta kita semua bersatu menjaga Wamena. Jangan sampai orang Papua terus menjadi korban akibat konflik yang kita lakukan sendiri," tutupnya.(*)

Komentar