KNPI Jayawijaya Tegaskan Kehadiran di Baptis Cup Bukan untuk Kepentingan Politik
WAMENA, SBP NEWS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya memberikan klarifikasi terkait polemik kehadiran KNPI Jayawijaya dan KNPI Provinsi Papua Pegunungan dalam kegiatan Pemuda Baptis Cup.
Ketua DPD II KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok menegaskan bahwa kehadiran kedua organisasi kepemudaan tersebut bukan untuk menjalankan agenda politik tertentu.
Hengky menjelaskan, kehadiran KNPI Jayawijaya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan dukungan terhadap aktivitas positif yang diselenggarakan oleh pemuda.
"KNPI Jayawijaya hadir karena menerima undangan resmi dan bukan bertindak sebagai penyelenggara kegiatan,"ujarnya melalui keterangan tertulis kepada media ini, Sabtu (11/10/2026) malam.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa polemik yang berkembang di tengah masyarakat perlu disikapi secara rasional dengan memahami konteks suatu peristiwa secara utuh, bukan hanya berdasarkan foto atau informasi yang beredar.
Menurut Hengky, perbedaan pandangan dalam kehidupan sosial maupun politik merupakan hal yang wajar. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siapa pun untuk bertemu, berdiskusi, dan berpartisipasi dalam kegiatan positif di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa KNPI merupakan wadah bagi seluruh pemuda sehingga harus tetap terbuka dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan tanpa membedakan latar belakang maupun status politik.
"Karena itu, saya berharap ruang kepemudaan di Kabupaten Jayawijaya tetap menjadi tempat untuk membangun persatuan, memperkuat solidaritas, serta mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,"katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak terburu-buru membangun opini negatif tanpa terlebih dahulu memahami latar belakang dan konteks suatu peristiwa secara menyeluruh.
“Pemuda harus menjadi pemersatu, bukan agen pemecah belah melalui opini yang menyesatkan,” tegas Hengky.
Hengky berharap polemik yang berkembang tidak menghambat semangat kebersamaan di kalangan pemuda, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menjaga ruang kepemudaan agar tetap terbuka bagi seluruh elemen masyarakat.(*)

Komentar