Wakil Bupati Jayawijaya Dorong Generasi Muda Pertahankan Budaya Berkebun dan Pangan Lokal

 

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere usai panen raya saat melakukan foto bersama di Kampung Araboda, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (3/9/2026).

SUARABALIEMPAPUA - Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mempertahankan budaya berkebun dan mengembangkan pangan lokal sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat asli Papua.

Ajakan tersebut disampaikan Ronny saat menghadiri kegiatan panen raya ubi di Kampung Araboda, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (3/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Ronny menegaskan bahwa hasil kebun merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang.

Ia meminta masyarakat untuk tidak meninggalkan kebiasaan berkebun hanya karena mengejar pola kehidupan modern di perkotaan.

“Kalau kita tidak kerja, istri-istri kita juga tidak akan tanam ubi seperti ini,” ujar Ronny.

Menurutnya, masyarakat harus terus bekerja dan berkarya sehingga kebun tetap menjadi sumber kehidupan bagi keluarga dan masyarakat.

Ronny juga secara khusus mengimbau para pemuda agar tidak menghabiskan waktu di kota tanpa tujuan yang jelas. Ia meminta kepala kampung bersama tokoh masyarakat untuk mendorong masyarakat Kampung Araboda kembali aktif berkebun.

“Tidak ada gunanya kita berputar di kota sana dengan tidak punya tujuan yang jelas,” katanya.

Ronny menilai makanan lokal seperti ubi tidak boleh dianggap kalah dengan makanan modern. Menurutnya, pangan asli Papua juga memiliki nilai gizi dan telah menjadi sumber kehidupan masyarakat sejak dahulu.

Ia mengatakan makanan modern boleh dikonsumsi, namun masyarakat jangan sampai melupakan pangan lokal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan orang asli Papua.

“Jangan kita kejar makanan-makanan modern tapi lupa makanan-makanan asli. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil kebun bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat mendukung kehidupan masyarakat dalam memelihara ternak seperti babi dan ternak lainnya.

“Ini juga bergizi kita orang asli. Ini juga bergizi, sehingga kami bisa dibesarkan, kita bisa pelihara ternak babi, ternak-ternak yang lain juga, bahkan juga manusia,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ronny juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah.

Ia meminta kepala kampung, kepala suku, dan masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan kebun sebagai sumber pangan dan kekayaan lokal.

Ronny mengatakan hasil panen yang diperoleh masyarakat pada kegiatan tersebut juga akan menjadi berkat yang dibagikan kepada masyarakat, khususnya mama-mama.

“Saya kasih berkat sedikit ini, ini untuk bagi-bagi mama-mama saja. Diatur untuk mama-mama saya yang bisa dapat,” katanya.

Sementara untuk pembagian kepada masyarakat lainnya, Ronny meminta agar pengaturannya dilakukan oleh pemerintah kampung dengan menyesuaikan jumlah yang diterima setiap orang.

Ia menegaskan bahwa pemberian tersebut merupakan bentuk berkat dan perhatian, bukan sekadar bantuan, sehingga pembagiannya diharapkan dapat dilakukan secara adil dan teratur.

Panen raya ubi di Kampung Araboda tersebut menjadi momentum untuk kembali mendorong masyarakat Jayawijaya mempertahankan budaya berkebun serta memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan masyarakat.(*)

Komentar